Minggu, 18 Maret 2012

DETEKSI VIRUS SEJAK DINI

Sejalan semakin canggihnya komputer, dunia trobleshoting komputer bukan lagi dikeluhkan dengan hardware yang rewel. Namun kebanyakan komputer yang didiagnosis rusak oleh pemiliknya hanya kerusakan software yang notabene karena pengaruh virus. Virus dapat dideteksi dengan :
Pertama, virus yang dibuat sulit dilacak. Untuk melakukan hal ini programmer bisa mematikan fungsi Folder Options windows explorer dan Run. Jadi, diagnosanya sangat mudah. Lihat saja menu Folder Option ada atau tidak. Kalau ada, masih berfungsi dengan baik atau tidak. Apabila Folder Options tidak ada atau tidak berfungsi secara normal berarti komputer sudah suspect terinfeksi virus. Selanjutnya adalah cek kotak dialog Run. Kalo tidak ada berarti kemungkinan juga suspect terinfeksi virus.
Kedua, akses ke file virus biasanya dimatikan. Untuk melakukan hal ini si pembuat virus bisa men-disable Task Manager windows karena di sana terdapat Proccess Explorer yang kemungkinan bisa digunakan oleh pemilik komputer untuk mematikan proses virusnya yang sedang berjalan. Untuk mengakses file virus juga bisa dilakukan melalui start up manager melalui msconfig windows. Intinya jika kedua program di atas tidak berjalan atau berjalan dengan tidak normal, berarti komputer mungkin suspect terinveksi virus.
Ketiga, untuk berjaga-jaga, jangan percaya pada apa yang Anda lihat pada file komputer, kecuali Anda benar-benar yakin apa yang Anda lakukan. Apa maksudnya? Maksudnya, virus bisa menipu orang awam dengan tampilan default windows. Misalnya, folder berwarna kuning, file .doc bergambar huruf W, dll. Untuk itu periksa benar-benar file yang akan Anda buka. Kalau ada yang tidak normal, seperti file bergambar huruf W kok berekstensi .exe atau file gambar berekstensi .exe itu adalah virus yang sedang menyamar.
Semoga tulisan singkat ini bisa memberikan pencerahan kepada orang yang belum tahu dan bermanfaat bagi siapa saja.

Tidak ada komentar: